Kedalaman Pengerukan Kolam Dermaga TPI Palang Berdasarkan Chart Datum IHO

Authors

  • Wisnu Ardiansyah
  • Agus Mahardika
  • Perdana Ixbal Spanton
  • Marita Ika Joesidawati

DOI:

https://doi.org/10.55719/j.miy.v1i1.366

Keywords:

least square, admiralty, chart datum, pasang surut, perairan pantai

Abstract

Penentuan chart datum dengan menggunakan komponen pasang surut dapat digunakan untuk menentukan kedalaman kolam dermaga. Kolam dermaga TPI Palang sering digunakan sebagai tempat tambat labuh kapal perikanan, tetapi sering terjadi kapal tersebut kandas sebelum masuk dermaga. Jenis kapal perikanan yang ada di lokasi kolam dermaga TPI Palang adalah kapal payang dengan draf kapal sedalam 2 m. Kedalaman hasil pengukuran kolam dermaga pada bulan Juli 2017 sebesar 8 m. sedangkan kedalaman berdasarkan peta batimetri sebesar 12 m. Perairan Palang Kabupaten Tuban terdapat di  laut utara Jawa Timur merupakan jenis perairan terbuka maka penentuan kedalaman dermaga ditentukan berdasarkan keadaan perairan adalah 1,2 x draf kapal yaitu 2,4 m. Metode metode least square dan metode admiralty digunakan untuk membandingkan metode terbaik dalam perhitungan komponen pasang surut  Data pasang surut yang digunakan adalah Agustus 2016- Juli 2017 yang diperoleh dari BIG.  Tipe pasang surut Perairan Palang  adalah  diurnal, dengan nilai F untuk pengolahan dengan admiralty sebesar 5.160 dengan pengolahan least square sebesar 5.167.  Koefisian korelasi komponen pasang surut dengan pengolahan admiralty terjadi pada K1-MS4 sebesar 0.792, sedangkan dengan least square terjadi pada K1-M4 sebesar 1,6. Hasil perhitungan komponen pasang surut  dari least square  digunakan untuk menentukan nilai chart datum. Chart datum IHO (International Hidrographic Organization) yang dijadikan sebagai referensi  dasar perhitungan kedalaman kolam dermaga TPI Palang.  Hasil menunjukkan bahwa kedalaman yang dibutuhkan perairan Palang dalam kondisi eksisting (8 m) masih membutuhkan pengerukan   antara 0,033 - 1, 071 m. Namun untuk memenuhi standar kolam dermaga maka kedalaman yang dibutuhkan sebesar 13,071 m (dari LWS) sampai 13,557 m (dari LLWS) yang berarti pengerukan kolam dermaga antara ± 4.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AL, P. (n.d.). Penamaan Laut dan Samudera.

Anam, C. (2002). Studi Pengaruh Bobot Kapal Dan Kedalaman Perairan Terhadap Perencanaan Struktur Dermaga. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Anggraini, N. (2006). Detail Desain Pelabuhan Peti Kemas di Kalianak, Surabaya. Institut Teknologi.

Annisa, N. K. R. (2017). Analisis Kedalaman Perairan Untuk Mengetahui Volume Pengerukan Kolam Dermaga Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Universitas Brawijaya.

Azis, M. A., Iskandar, B. H., & Novita, Y. (2017). Ratio of the main dimensions and static stability traditional Purse Seiner in Pinrang. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1), 19–28.

Benyamin, A. J. (2009). Penentuan Chart Datum Dengan Menggunakan Komponen Pasut Untuk Penentuan Kedalaman Kolam Dermaga. Surabaya: Program Studi Teknik Geomatika.

Diskanak. (2017). Laporan Tahunan.

Gracella, G. (2019). UJI KUALITAS HASIL ANALISA PERBANDINGAN PREDIKSI PASANG SURUT DENGAN METODE ADMIRALTY DAN METODE LEAST SQUARE. ITN MALANG.

Hanifah, A., Hariadi, H., Subardjo, P., & Trenggono, M. (2016). Pemetaan Batimetri Dan Analisis Komponen Pasang Surut Untuk Evaluasi Perbaikan Elevasi Dan Panjang Lantai Dermaga Di Perairan Pulau Lirang, Maluku Barat Daya. Diponegoro University.

IHO. (2013). INTERNATIONAL HYDROGRAPHIC ORGANIZATION REGULATIONS OF THE IHO FOR INTERNATIONAL ( INT ) CHARTS and. THE INTERNATIONAL HYDROGRAPHIC BUREAU MONACO, Edition 4.(September), 1–435. https://www.iho.int/iho_pubs/standard/S-4/S-4_e4.4.0_EN_Sep13.pdf

Indonesia, S. N. (2010). Survei hidrografi menggunakan singlebeam echosounder. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Joesidawati, M.I., & Suntoyo. (2016). Shoreline change in Tuban district, East Java using geospatial and Digital Shoreline Analysis System (DSAS) techniques. International Journal of Oceans and Oceanography, 10(2), 235–246. https://www.ripublication.com/ijoo.htm https://www.ripublication.com/Volume/ijoov10n2.htm

Joesidawati, Marita Ika. (2017). Studi perubahan iklim dan kerusakan sumberdaya pesisir di kabupaten tuban. 289.

Kutz, M. (2004). Handbook of transportation engineering (Vol. 768). McGraw-Hill New York, NY, USA:

Nugraha, A. L., & Subiyanto, S. (2014). Analisis Pengukuran Batimetri Dan Pasang Surut Untuk Menentukan Kedalaman Kolam Pelabuhan (Studi Kasus: Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya). Diponegoro University.

Pradipta, N. D., Prasetyo, Y., & Wijaya, A. P. (2015). Analisis Pasang Surut Air Laut Menggunakan Data IOC (Intergovermental Oceanographic Comission) UNTUK Menentukan Chart Datum di Perairan Cilacap. Diponegoro University.

Rogesko, O., Supiyati, S., & Suwarsono, S. (n.d.). ANALISIS PERBANDINGAN METODE ADMIRALTY DAN METODE LEAST SQUARE DALAM PENENTUAN KARAKTERISTIK POLA PASANG SURUT Studi Kasus: Di Perairan Pulau Baai Bengkulu. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sasongko, D. P. (2014). Menentukan tipe pasang surut dan muka air rencana perairan laut Kabupaten Bengkulu Tengah menggunakan metode admiralty. Maspari Journal: Marine Science Research, 6(1), 1–12.

Satriadi, A., & Hariyadi, H. (2017). Studi Batimetri Untuk Menentukan Kedalaman Tambah Kolam Dermaga Perairan Santolo Garut. Diponegoro University.

Simanjuntak, B. L., Handoyo, G., & Sugianto, D. N. (2012). Analisis bathimetri dan komponen pasang surut untuk penentuan kedalaman tambahan kolam dermaga di Perairan Tanjung Gundul Bengkayang–Kalimantan Barat. Diponegoro University.

Supriyono, P. W. S., Rawi, S., & Herunadi, B. (2015). Analisa dan Perhitungan Prediksi Pasang Surut Menggunakan Metode Admiralty dan Metode Least Square (Studi Kasus Perairan Tarakan dan Balikpapan). Jurnal Chart Datum, 1(1), 8–18.

Susanto, D. A., Ibrahim, A. L., Novianto, A., & Adrianto, D. (2017). Analisis Pembuatan Peta Laut Kertas Menggunakan Software Arcgis 10.4. 1 Berdasarkan Standarisasi Peta No. 1, S-4 dan S-57 IHO
Studi Kasus Peta Laut Kertas Nomor 86 (Perairan Teluk Jakarta). Jurnal Chart Datum, 3(2), 93–106.

Susmoro, H. (2019). The Spearhead of Sea Power. Pandiva Buku.

Ulum, M., & Khomsin, K. (2013). PERBANDINGAN AKURASI PREDIKSI PASANG SURUT ANTARA METODE ADMIRALTY DAN METODE LEAST SQUARE. Geoid, 9(1), 65–72.

Wright, P. H., & Ashford, N. J. (1989). Transportation engineering: planning and design.

Published

2022-02-06

How to Cite

Ardiansyah, W., Mahardika, A., Spanton, P. I., & Joesidawati, M. I. (2022). Kedalaman Pengerukan Kolam Dermaga TPI Palang Berdasarkan Chart Datum IHO. Jurnal Miyang : Ronggolawe Fisheries and Marine Science Journal, 1(1), 25–34. https://doi.org/10.55719/j.miy.v1i1.366